Gambaran Umum Diabetes Melitus Tipe 1
Menurut Slamet Suyono, dokter dan Guru Besar dari Pusat Metabolik dan Lipid, Subbagian Penyakit Dalam FKUI, di Indonesia pasien DM tipe 1 sangat jarang. Demikian pula di negara-negara tropis lain. Hal ini rupanya ada hubungannya dengan letak geografis Indonesia yang terletak di daerah katulistiwa. Dari angka kekerapan berbagai negara tampak makin jauh letanya suatu negara dari katulistiwa makin tinggi pravalensi DM tipe 1 nya.
Pada Diabetes Melitus tipe 1, terjadi perusakan sel-sel pancreas yang memproduksi insulin. Hal ini bisa terjadi akibat turunan (genetic) maupun reaksi alergi. Sebagai konsekuensi keadaan ini, insulin harus disuplai daru luar tubuh.
Kebanyak penderita penyakit ini sudah terdiagnosa sejak usia muda. Umumnya pada saat mereka belum mencapai usia 30 tahun. Karena sering juga diabetes ini disebut dengan diabetes yang bermula pada usia muda. Orang putih lebih sering terkena penyakit ini dan dari informasi di internet di Amerika Serikat terdapat sekitar 700.000 penderia DM tipe 1
Etiologi
Meskipun penyebab pasti dari diabetes tipe 1 ini belum diketahui namun ada beberapa faktor yang diketahui bisa mempengaruhi terjadinya penyakit ini seperti : keturunan, respon imunitas tubuh, virus, susu sapi, dan radikal bebas.
1. Keturunan
Faktor yang dianggap paling sering menyebabkan penyakit ini adalah genetic atau keturunan. Anak-anak dari orang tua penderita DM tipe 1 lebih cenderung mengidap penyakit ini dibandingkan dengan yang orang tuanya tidak menderita. Keompok/ras putih lebih sering dibandingkan dengan ras lainnya
2. Susu sapi
Dari internet diperoleh informasi bahwa kemungkinan DM tipe ini disebabkan karenan bayi diberi susu sapi terlalu cepat (pada bulan-bulan pertama). Anak-anak ini memiliki antibody (zat pertahanan tubuh) yang bisa menghancurkan protein di susu sapi. Sayangnya apda beberapa anak, sel pertahanan tersebut tidak bisa membedakan mana protein dari susu sapi mana sel-sel pancreas. Selain susu sapi, bebrpa bahan makanan yang bisa menimbulkan reaksi ini seperti gandung dan kacang kedele.
3. Faktor lain
Faktor-faktor lain yang termasuk mencetuskan DM tipe 1 adalah : infeksi virus, obat/zat kimia, dan radikal bebas
Patofisiologi
Terdapat ketidakmampuan untuk menghasilkan insulin karena sel-sel ? pankreas telah dihancurkan oleh proses autoimun. Glukosa yang berasal dari makanan tidak dapat disimpan dalam hati meskipun tetap berada dalam darah dan menimbulkan hiperglikemia postprandial (sesudah makan).
Jika konsentrasi glukosa dalam darah cukup tinggi, ginjal tidak dapat menyerap kembali semua glukosa yang tersaring keluar akibatnya glukosa tersebut diekskresikan dalam urin (glukosuria). Ekskresi ini akan disertai oleh pengeluaran cairan dan elektrolit yang berlebihan, keadaan ini dinamakan diuresis osmotik. Pasien mengalami peningkatan dalam berkemih (poliuria) dan rasa haus (polidipsi).
Tanda dan Gejala
Gejala dari penyakit ini adalah keadaan yang ditimbulkan akibat kadar glukosa darah yang tinggi yang biasa dijuluki dengan hiperglikemia. Orang yang mengalami hiperglikemi akan merasa lapar dan haus terus-menerus. Karena minum banyak, otomtis kencing juga banyak. Akan terjadi penurunan berat badan meskipun makannya banyak. Merasa selalu lelas dan lemas tak berenergi. Gejala yang lain, mata kabur dan nyeri hebat di daerah lambung.
Gejala permulaan ini kadang kala sukar ditemui pada penderita, terutama jika mereka masih dalam usia muda (anak-anak). Karena penderitanya biasanya anak-anak dan remaja, mereka terdiagnosa DM tipe 1 ini karena dibawa ke dokter akibat menderita dehidrasi berat, ketoasidosis diabetic (adanya keton, suatu zat racun yang membuat darah menjadi asam), atau karena koma diabetikum.
Anjuran Ahli Gizi
Ada tiga jenis pencegahan diabetes mellitus
1. Pencegahan primer
Tujuannya untuk mencegah terjadinya diabetes mellitus. Untuk itu, faktor-faktor yang dapat menyebabkan diabetes mellitus perlu diperhatikan, baik secara genetic maupun lingkungan. Berikut hal-hal yang harus dilakukan dalam pencegahan primer.
· Pola makan sehari-hari harus seimbang dan tidak berlebihan
· Olahraga secara teratur dalam batas normal
· Hindari obet-obatan yang dapat menimbulkan diabetes mellitus
2. Pencegahan sekunder
Pencegahan sekunder tujuannya adalah mencegah agar penyakit diabetes mellitus yang sudah timbul tidak menimbulkan komplikasi penyakit lain, menghilangkan gejala, dan keluhan penyakit diabetes mellitus, terutama bagi kelompok yang beresiko tinggi terkena diabetes mellitus. Bagi yang dicurigai terkena diabetes mellitus, perlu diteliti lebih lanjut untuk memperkuat dugaan adanya diabetes mellitus.
Berikut hal-hal yang harus dilakukan dalam pencegahan sekunder
· Diet sehari-hari harus seimbang dan sehat
· Menjaga berat badan dalam batas normal
· Usaha pengendalian gula darah agar tidak terjadi koplikasi diabetes mellitus
· Olahraga teratur sesuai dengan kemampuan fisik dan umur.
3. Pencegahan tersier
Pencegahan tersier bertujuan untuk mencegah kecacatan lebih lanjut dan komplikasi penyakit yang sudah terjadi (Hembing 2006).
Makanan yang perlu dihindari
Makanan-makanan tertentu jika dikonsumsi dapat menaikkan kadar gula dalam darah. olh karena itu, penderita diabetes harus berhati-hati dalam memilih dan mengkonsumsi makanan (Hembing 2006).
Bahan pangan kaya karbohidrat dapat membuat kerja organ pangkreas menjadi lebih berat. Dalam proses pencernaan makanan, karbohidrat akan segera diubah menjadi glukosa yang berakibat pada peningkatan kadar gula darah. selanjutnya, pangkreeas akan bereaksi mengeluarkan insulin, agar dapat menarik zat gula dalam darah dan menyimpannya dalam sel-sel otot dan hati sebagai sumber energi cadangan (glikogen) (Hembing 2006).
Zat tepung dalam ikatan karbohidrat yang terurai akan sangat cepat diubah menjadi glukosa dan menyebabkan kenaikan kadar gula darah sehingga pangkreas akan segera mengeluarkan insulin lebih banyak. Kecepatan pengeluaran karbohidrat menjadi glukosa hingga masuk ke dalam aliran darah disebut indeks glikemik (glycemik index/GI). Nilai indeks glikemik berkisar antara 0-100. Misalnya, nilai GI gula pasir dan sirup adalah 100 (Hembing 2006)
Pada tubuh orang sehat, pangkreas mampu memasok lebih banyak insulin untuk mengntisipasi membanjirnya glukosa dalam darah akibat asupan pangan kaya karbohidrat yang berlebihan. Dengan demikian, kadar gula darah akan tetap terkendali. Namun, bagi penderita diabetes mellitus yang mempunyai permasalahan dengan pangkreas yang mengalami hambatan dalam memproduksi insukin dalam jumlah memadai, sebaiknya perlu memperhatikan jenis makanan yang akan dikonsumsi (Hembing 2006)
Berikut makanan yang perlu dihindaru oelh penderita diabetes mellitus.
· Gula murni, seperti terdapat pada gula psir, gula jawa, dan sirup
· Madu, selai, manisan, jeli, permen, susu kental manis, minuman botol ringan, dan es krim
· Kentang, mengandung indeks glikemik tinggi sehingga mudah menaikan kadar gula darah
· Biscuit, kue-kue, roti manis, dodol, makanan yang digoreng, dan berlemak
· Susu fullcream yang dikonsumsi secara berlebihan
· Snack yang mengandung gula dan pemanis buatan yang tinggi kalori
· Pudding, sari buah, dan buah-buahan yang dikalengkan dalam larutan sirup
· Abon, dendeng, dan sarden
· Mentega dari lemak hewani dan minyak jenuh (Hembing 2006)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar